Bahaya Konsumsi Lalapan Mentah

12 04 2010

makanan lalapanMenyantap lalapan mentah ditemani semangkuk nasi beserta lauk-pauknya memang membuat lidah bergoyang. Tapi penelitian yang dilakukan ahli pangan teknologi dan gizi dari IPB mengemukakan jika residu pestisida kerap kali tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan. Jadi, jika ditilik dari segi keamanannya, lalapan mentah berisiko terkontaminasi pestisida atau bakteri berbahaya.

Tak hanya pestisida, waspadai pula kontaminasi bakteri berbahaya, terutama sayuran yang menjalar dipermukaan tanah atau ketinggiannya dekat dengan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Para petani seringkali menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak.

Beberapa jenis bahan pangan mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus, goitrogen (kol dan lobak), asam sianida (daun singkong), solanin (kentang), dan lainlain.

Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat. Juga, sebelumnya jangan lupa untuk mencuci sayuran anda pada air yang mengalir. Khusus untuk lalapan mentah, untuk lebih amannya cuci lalapan dengan air matang agar terhindar dari bakteri penyebab infeksi.

Kunjungi blogkoe yang satunya di sainsnews


Aksi

Information

2 responses

12 04 2010
firdausfarisqi

waduh.. saya suka banget makan lalapan mentah… untung saja sebagian besar lalapn itu saya tanam sendiri di pekarangan belakang rumah jadi aman dari pestisidađŸ™‚

12 04 2010
Wahyu Budi Utomo

asal jangan terus2an mengkonsumsi lalapannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: