Tanaman Penghadang Diare

7 11 2009

Diare adalah suatu gejala umum dari penyakit pada usus lambung, yang ditandai dengan pembuangan hajat cair berulang kali. Pada umumnya, penyakit diare disebabkan oleh jenis bakteri dan protozon tertentu.

 

Ternyata, tidak selamanya penderita diare harus menenggak kapsul kimiawi. Pengobatan alternative lain adalah dengan memanfaatkan aneka tanaman yang mudah didapatkna di sekitar kita. Sebagaimana diketahui, ada beberapa tanaman hias cantik, yang ternyata tak hanya sebagai pemanis halaman rumah, namun sekaligus bisa mengatasi diare. Sekurang-kurangnya ada 7 tanaman:

  • Jengger Ayam

 

Tanaman jengger ayam (Celosia cristata) termasuk famili Amaranthaceae. Dinamakan jengger ayam, karena bunga tanaman ini memiliki bentuk mirip pial atau jenggger ayam pejantan. Bunga ini muncul dari ujung-ujung ranting. Warna bunga bermacam-macam, mulai dari merah, kuning, sampai kuning jingga. Bagian atas bunga  terdiri dari lapisan- lapisan padat yang berlekuk secara horizontal dan biasanya berwarna merah keunguan. Sedangkan bagian baweah bunga berbentuk segitiga dengan warna agak muda, karena merupakan kumpulan bunga kecil yang lebih tua. Dari bunga keluar biji. Tatkala masih muda biji berwarna kecokelatan, lalu berubah menjadi hitam ketika sudah tua. Dari biji-biji tua inilah perkembangabiakan tanaman dilakukan.

 

Bagian yang berkhasiat untuk pengobatan diare adalah bunganya, yang mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Khasiatnya sebagai anti- inflamasi dan hemostatik. Sediakan 15 gram bunga jengger ayam kering dan juga 30 gram daun jambu biji, lalu lebur dalam 500 ml air. Biarkan sampai mendidih hingga sisa separuhnya. Setelah dingin, air rebusan disaring dan dimakan.

 

  • Jambu Biji

 

Tanaman jambu biji (Psidium quajava L.) dikenal dengan nama-nama daerah. Di Aceh, disebut ‘glima breueh’, di Jawa dikenal ‘jambu klutuk’, di Bali dinamakan ‘sotong’, di Ambon lebih popular disebut ‘laine hatu’ atau ‘lutu hatu’, dan sebagainya.

 

Banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman buah-buahan. Daunnya berbentuk bulat telur, kasar lagi kusam. Bunganya berwarna putih. Daun tersebut mengandung eugenol, minyak lemak, dammar, garam-gara mineral, zat zamak, sedangkan buahnya mengandung asam amino, kalsium, posfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C.

 

Untuk mengatasi diare, ambil 10 lembar daun jambu biji, lalu rajang. Rebuslah dalam 2 gelas air selama 15 menit. Peras, saring, lalu minumlah. Sesuaikan dosisnya dengan umur penderita. Untuk bayi, cukup 1 sendok makan air rebusan jambu biji 3 kali sehari dan setiap kali selesai buang air besar, untuk anak-anak diberi ½ mangkuk air rebusan jambu biji, 3 kali sehari, dan setiap kali selesai buang air besar, dan untuk dewasa diberi 1 mangkuk air rebusan jambu biji, 3 kali sehari, dan setiap selesai buang air besar.

 

  • Teratai

 

Bunga teratai (Nymphaea sp.) memang eksotik dan anggun. Bunganya terdiri atas banayk helai kelopak, tersusun rapi, dan biasanya mekar 2-3 hari. Keunikan lainnya, beberapa jenis teratai memiliki rimpang (mirip umbi talas) sekitar 10-20 cm, tergantung kondisi lingkungan setempat. Rimpang yang dipotong dari pangkal tanaman lalu dibelah bisa menjadi cikal bakal tanaman baru.

 

Teratai cenderung tumbuh melebar, sehingga memerlukan ruang yuang cukup luas. Untuk medianya, tanah Lumpur, pasir, dan pupuk kandang. Dalam perbandingan yang sama, ketiganya diaduk merta, dan masukkan kedalam pot sebanyak 3/5 bagian pot. Lalu, pot diisi air sampai penuh. Tunggu seminggu agar terbentuk lapisan Lumpur pada bagian dasar pot. Ini mengingat habitat aslinya teratai.

 

Untuk mengobati diare, sediakan 1 lembar daun dan tangkainya, 1 kuntum bunga, dan 2 jengkal akar. Cuci bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan air masak sebanyak ½ cangkir dan sedikit diberi garam, lalu peras, saring. Minum 1-2 kali sehari.

 

  • Temulawak

 

Temulawak berasal dari jawa, lalu menyebar ke beberapa tempat lain di Indonesia, bahkan sekarang telah dibudidayakan di Mlaysia, Thailand, dan Filipina. Di dunia ilmiah, temulawak disebut Curcuma xanthorrhiza Roxb, di daerah Pasundan disebut ‘koneng gede’ atau ‘temu raya’, karena rimpangnya besar dan tumbuhnya tinggi tegap mencapai 2,5 meter. Di Madura disebut ‘temo labak’.

 

Kandungan zat dalam rimpang temulawak adalah kurkumin dan minyak atsiri. Kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti-inflamasi (antiradang), dan anti-hepatotoksik (antikeracunan empedu). Kandungan kurkumin dalam rimpang minyak atsiri berkisar 1,6-2,2 persen dihitung berdasarkan berat kering. Sedangkan minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, borneol, zanthorrhizol, dan sineal.

 

Untuk pengobatan diare, siapkan ½ jari rimpang temulawak, cuci lalu baker sampai tampak hangus. Bersihkan kulit yang hangus, lalu giling sampai halus, kemudian seduh dengan air panas ½ cangkir. Tambahkan 1 sendok makan madu, lalu peras dan saring. Minum 2 kali sehari.

 

  • Serai

 

Tanaman serai (Andropogon citrates) sebangsa rumput yang berumpun besar. Tanaman ini sering ditemukan di tepi sungai, di tepi rawa, atau di tempat-tempai lain yang dekat dengan air. Ada juga yang menanam serai di seputar pekarangan, selain dimaksudkan untuk bumbu penyedap masakan sekaligus dipakai bahan pengobata. Daunnya berwarna hijau agak keabu-abuan, dan panjang-panjang berbentuk pita. Daun dan minyak serai mengandung sitronelat, geraniol, metilheptenon, terpen, alcohol, dan sebagainya.

 

Untuk pengobatan serai, siapkan 10 daun serai muda, cuci bersih dan masukkan ke dalam 2 gelas air, lalu rebus 10 menit. Tambahkan 1 sendok makan gula dan sepotong jahe yang telah diremukan. Bila sudah dingin, saring lalu minum. Untuk orang dewasa, 1 gelas air rebusan sebanyak 3 kali sehari, sedangkan anak-anak ½ gelas sebanyak 3 kali sehari dan setiap kali usai buang air besar.

 

  • Bayam Ungu

 

Bayam ungu (Althernanthera brasiliana) merupakan tumbuhan liar yang hidup di kebun-kebun kosong atau pinggiran jalan. Tapi ada juga orang yang sengaja menanam bayam ungu sebagai tanaman hias pekarangan. Bunganya mekar seputar Juli sampai September, berwarna ungu, terletak di ketiak daun, dengna panjang sekitar 5-10 cm. daunnya tunggal, duduk berhadapan, permukaannya kasar berbulu, berwarna ungu tua atau ungu kemerahan. Tanaman ini mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, C, dan K.

 

Untuk pengobatan diare, sediakan 50 gram daun bayam ungu segar. Cuci sampai bersih, lantas rebus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu saring. Setelah dingin, minum sekaligus. Diminum setelah buang air besar juga lebih baik.

 

  • Mondokaki

 

Nenek moyang tanaman mondokaki (Tabernaemontana coronaria) berasal dari India, kemudian menyebar ke kawasan Asia Tenggara dan kawasan tropis lain. Mondokaki termasuk tanaman perdu, dengan tinggi sampai 1,75 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, bunganya putih dan berbau agak wangi.

 

Tanaman mondokaki memiliki nama yang berbeda di setiap daerah. Di Jawa dinamakan mondokai atau ‘bunga rawi’, di Sumatera disebut ‘kembang mentega’, di Nusa Tenggara dikenal ‘bunga nyingin’. Akarnya mengandung zat alkalida yang rasanya pahir, sedangkan daunnya mengandung tabernaoumontain, koronarin, koronandin, vobasin, kortin, lupeol, dan tanin.

 

Untuk mengobati diare, carilah 15 gram akar mondokaki, cuci bersih lalu potong-potong. Setelah itu, rebus dengan 600 ml air selama 15 menit hingga tersisa 200 ml. setelah dingin, saring dan minum.


Aksi

Information

One response

20 07 2010
biji tanaman hias

mantapp..
boleh dicoba neh
thx yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: