Ternyata Jacko Sehat Sebelum Tewas

12 10 2009

Ternyata organ-organ penting dalam tubuh Michael Jackson sebelum meninggal dalam kondisi bagus. Berdasarkan hasil laporan otopsi terhadap jasadnya, untuk orang dalam usia 50 tahun kondisi fisik luar dalam MJ tergolong normal.

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim medis dari kepolisian Los Angeles, hanya kondisi paru-parunya yang menunjukkan kelainan, yaitu pembengkakan yang membuat MJ sulit bernafas. Namun, berdasarkan telaah Dokter Zeev Kain, ketua Jurusan Anesthesiology pada University of California, Irvine, terhadap laporan otopsi tersebut, kondisi paru- paru semacam itu tidaklah cukup atau bisa menyebabkan kematian.

Kantor berita AP mendapatkan salinan dari hasil otopsi tersebut baru-baru ini, dan kemudian meminta pendapat Kain tentang laporan medis tersebut. Ia tidak terlibat dalam tim pemeriksa jasad sang “raja pop”, yang meninggal secara mendadak pada 25 Juni silam di rumah sewaannya di Los Angeles.

Di saat akhir hidupnya MJ tengahberlatih keras untuk menjalani konser besar di Eropa, yang merupakan aksi panggungnya yang pertama setelah lebih dari 10 tahun absent pentas. Gelaran itu sekaligus menandai ulang tahunnya yang ke-50.

Menurut hasil otopsi itu, berat badan MJ seimbang dengan tinggi tubuhnya. Jantungnya kuat, dan tidak ada tanda- tanda penymbatan. Ginjal dan organ dalam lainnya yang vital juga normal. Di jasad penyanyi tersebut ditemukan sejumlah lebam antara lain di kedua lengannya, di lutut dan tumit. Menurut kain, lebam itu diduga bekas terapi atas nyeri tulang yang diderita MJ. Ia memang diketahui menderita problem sejenis rematik di punggung bagian bawah, jari-jari, dan kakinya. Tanda itu tidak menjadi penyebab kematiannya. Selain itu, tubuhnya terdapat sejumlah luka, antara lain di belakang telinga kiri dan kanan. Codet lainnya ditemukan di bawah leher tenggorokan dan bahu kanan. Masih pula ditemukan sepasang codet di leher bagian bawah, tangan dan pergelangan tangan. Menurut dugaan kain, codet-codet itu mungkin bekas operasi plastic.

Penampilan fisik MJ memang mengalami perubahan drastic dibandingkan ketika ia berumur 20-an saat mulai tenar. Ia mengaku menjalani operai plastic, meski Cuma dua kali. Selain itu, ia membantah melakukan “pemutihan kulit”. Kulitnya berubah dari gelap menjadi putih karena ia menderita suatu penyakit kulit. Dalam laporan itu juga disebutkan terdapat depigmentasi kulit di sekitar dada, wajah dan tangan. Dalam laporana otopsi itu juga disebutkan bahwa kepala MJ botak bagian depan, di bagian yang botak itu ditutup dengan tato warna hitam. Sedangkan rambutnya tumbuh di bagian belakang kepala, pendek kriting. Tato warna hitam juga terdapat di kedua alisnya. Sedangkan tato warna merah muda terdapat di sekeliing bibirnya.

Berdasarkan hasil otopsi itu, pihak kepolisian Los Angeles sejak bulan lalu menyimpulkan bahwa MJ mati akibat pembunuhan yang ditimbulkan dari “keracunan obat penenang yang akut”. Dokter pribadi MJ, Conrad Murray, mengaku memberikan obat pembius dan penenang beberapa jam sebelum MJ meninggal. Dia pula satu-satunya orang yang bersama MJ saat MJ sekarat.

Dokter Murray sudah berulang kali diperiksa polisi, dan klinik serta rumahnya sudah pula diperiksa. Namun, polisi belum menetapkan dia sebagai tersangka . Murray pun membantah bahwa obat-obatan yang dia berikan kepada MJ menjadi pnyebab kematian MJ yang jasadnya baru dikubur pada 3 september silam di Los Angeles.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: