Manajemen Waktu dalam Berkarir

6 09 2009

Musuh terbesar dalam karier seorang manusia adalah waktu. Waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam bekerja dan berkarya. Dalam berkarier perlu adanya manajemen waktu yang baik – dimana produktivitas, efektivitas, dan efisiensi sebagai tolak ukurnya.

Seseorang yang selalu mengutamakan kesempurnaan versi diri sendiri dalam bekerja umumnya tidak akan pernah sama sekali mau melakukan delegasi. Sikap seperti itu salah besar! Memanfaatkan tenaga orang lain itu perlu. Percaya terhadap orang lain itu perlu. Bagi mereka yang aktivitas pekerjaan sehari-harinya sangat sibuk, delegasi sebagian pekerjaan pada orang lain itu adalah sebuah keharusan, tapi ada batasannya. Pekerjaan bersifat rutin, sederhana, teknis, dan tidak membutuhkan ketrampilan khusus – itulah yang bisa di delegasikan. Sisanya harus Anda selesaikan sendiri – karena di dalamnya mengandung unsur pengambilan keputusan berdasarkan pola pemikirian strategic berdasarkan knowledge.

Masalah pemborosan waktu juga seringkali terlihat dalam rapat. Akibatnya, rapat harus ditunda sejenak. Dan ironisnya lagi, gangguan kadangkala bukan karena masalah yang penting.  Jika tidak ingin ada gangguan seperti ini, buatlah sebuah aturan tegas yang intinya meminimalkan gangguan selama rapat.  Di dalam rapat juga seringkali ada gangguan berupa hujan interupsi dan debat dari para peserta yang jika dibiarkan berlarut-larut, menyebabkan rapat tidak fokus lagi pada inti permasalahan. Untuk itu perlu ada ketegasan. Ini artinya, perlu perencanaan rapat yang baik sebelumnya – termasuk fokus materi pembahasan dan nama-nama undangan peserta rapat.

Membuat daftar aktivitas pekerjaan (to do lists) adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan. Gunanya adalah untuk mengingatkan semua aktivitas yang akan dikerjakan. Disini Anda akan belajar menghargai waktu dan pentingnya batas waktu setiap pekerjaan (deadline). Tanpa batasan seperti ini, biasanya seseorang lupa akan semua tanggungjawab pekerjaannya. Lupa akan harus bekerja secara produktif, efektif, dan efisien.

Tujuh prinsip manajemen waktu yang kreatif menurut DR Jan Yager yaitu: selalu aktif (bukan reaktif), tentukan sasaran, tentukan prioritas dalam bertindak, pertahankan fokus, ciptakan tenggat waktu yang realistis, dan lakukan sekarang juga (DO IT NOW):

D = Divide (bagi-bagilah tugas).
O = Organize (atur bagaimana melaksanakannya).
I = Ignore (abaikan gangguan).
T = Take (ambil kesempatan).
N = Now (sekarang harus dijalankan).
O = Opportunity (ambil kesempatan).
W = Watch out (waspada dengan waktu).

“Penundaan adalah pencuri waktu” (Edward Young, Night Thoughts). Hambatan utama dalam mengatur waktu adalah ketidak mampuan untuk berkata “tidak”, penundaan, pekerjaan tulis menulis, mengendalikan pengaruh telepon dan televisi, kegagalan dalam menentukan prioritas, waktu pulang pergi dalam melakukan perjalanan, mengeluh, dan alasan. Manfaatkanlah waktu yang “tersembunyi” secara produktif.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: