ASAL USUL ADU DOMBA

26 07 2009

Sekitar tahun 1900, anak-anak di perdesaan Garut, Jawa Barat, biasa menggembalakan domba liar di sawah.

Domba tersebut adalah jenis domba garut jantan yang terbilang agresif dan suka menyerang. Di sela rutinitas mereka menyabit rumput dan menunggu sore, gembala cilik tersebut rupanya gemar mengadu hewan gembalaan. Kegiatan itu diketahui juga oleh orang tua dan pemilik peternakan sehingga adu domba dibawa ke taraf yang lebih professional.

Pemilik peternakan mulai mencari domba jantan berpostru bagus dengan ukuran tanduk yang besar dipelihara secara terpisah. Porsi makan dan kebersihannya pun diistemawakan.

Diperkirakan, sejak 1905 para juragan domba mulai menggelar kompetisi antarkampung. Kegiatan itupun menyebar ke wilayah lain seperti Bandung dan Sumedang. Namun, pada era 1942-1949, intensitas adu domba ini mengalami penurunan karena situasi politik sedang bergejolak. Barulah pada 1953 adu domba mulai marak kembali khusunya di kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Kini, ada sekitar 4 pamidangan (arena permainan) di Kota Bandung. Adapun setiap kabupaten dan kota di Jabar memiliki pamidangan sendiri. Setiap kali disenggarakan, acara itu pasti menarik minat ribuan masyarakat dan wisatawan. Semakin sering seekor domba memenangi kontes, semakin mahal juga harga domba itu.


Aksi

Information

One response

30 06 2014
sapi kurbandomba kurbankambing kurban

If you are going for best contents like I do, only go to see this site all the time because it offers
feature contents, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: